Sabtu, 28 Oktober 2017

J-O-D-O-H



Tentang Jodoh
Banyak orang yang galau tentang jodohnya, tak sedikit yang khawatir salah pilih atau malah tidak ada yang memilih sehingga memilih jalan maksiat pacaran sebagai ikhtiar untuk mendapatkan jodohnya. Yang pacaranpun jangankan mendapat solusi yang ada malah menambah masalah sehingga memandang pesimis perkara perjodohan. Di lain pihak ada juga yang semakin hari semakin gelisah karena Allah belum pertemukan kita dengan jodohnya sementara usia makin hari makin bertambah.
Kenapa banyak yang galau dan gelisah ketika berbicara jodoh? Karena kebanyakan diantara kita memaksakan definisi dan persepsi pribadi kita tenang jodoh, mengikuti “ego” yang bahkan sudah tercampur dengan nafsu syahwat dalam menentukan jodoh kita. Jodoh memang misteri, tak ada yang tahu tentang siapa jodoh kita, namun kabar baiknya Allah sudah kasih sedikit bocoran tentang jodoh kita yang mana hal ini kita jadikan sebagai acuan tentu akan menjadi solusi utama kegalauan dan kegelisahan kita.
Allah membocorkan rahasia tentang jodoh di dalam QS.An-Nur ayat 26 :
“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.”
Di ayat di atas Allah menjelaskan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik begitu juga sebaliknya. Disini kita mendapatkan sebuah “clue” kalau jodoh itu cerminan diri kita, ia sebagaimana diri kita. Jika kita shaleh, taat, suka membaca al-quran, baik akhlak dan perilakuny, insyaa Allah, Allah akan pertemukan juga dengan orang yang seperti itu.
#selfreminder #AllahSWT
Setelah lama aku berada dalam kesendirian dan aku terus sibuk untuk memperbaiki diri, tak lama dari hijrahku datanglah seorang ikhwan yang mengajak aku untuk menjalankan hubungan yang serius, dia tidak mengajak aku untuk berpacaran. Disini aku meyakini bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk hambaNya yang senantiasa memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Aku berfikir kehadirannya mungkin itu adalah hidayahku karena hijrahnya..
Sejatinya Allah pasti memberikan seseorang itu hidayah.
Tapi apakah ada, usaha kita untuk menjemputnya?
Atau kita malah mengunci hati, ketika sadar hidayah telah hadir?
Jangan pernah mengunci hati rapat-rapat, karena bisa jadi hidayah itu tidak akan pernah hadir kembali.
Jangan pernah menyesal jika ajal lebih dulu membuka pintu hati.
Segerakanlah, karena dunia hanya sementara..
Ada alam lain setelahnya.
Menuju kesana butuh bekal, tidak hanya dengan tangan hampa.
Amal ibadah dan perbuatanlah yang menjadi pegangannya, bukan harta tahta ataupun kecantikan yang dulu kita kejar di dunia.
Segerakanlah, jangan sia-siakan waktu yang tersisa, karena umur tak dapat dikira.
Segerakanlah, sebelum terlambat !!!
Bersyukur masih bisa diberi kesempatan hingga saat ini..
Semoga disisa waktu ini kita bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar